Ciri Ciri Toxic Relationship by Andrew Hidayat KPK

Ciri Ciri Toxic Relationship Menurut Andrew Hidayat KPK Dan Solusinya – Ciri ciri toxic relationshipseringkali tidak disadari kehadirannya. Padahal, hubungan ‘beracun’ ini bisa menyerang siapa saja. Tanpa terkecuali Anda dengan pasangan Anda. Sehingga pernikahan Anda terasa buruk dan tidak menyenangkan. Oleh karenanya, kenali cirinya dan tangani seperti yang dikatakan Andrew Hidayat KPK.

Perlu diingat bahwa pernikahan perlu hubungan sehat secara resiprokal. Atau timbal balik. Seperti saling menyayangi, saling mendukung, saling menghormati, serta saling berbagi emosi. Nah, saat kondisinya berkebalikan, bisa jadi pernikahan Anda termasuk toxic relationship

Namun, jangan cerai dulu. Kenali dulu, apakah pernikahan Anda sedang dalam dalam hubungan yang sehat atau tidak. Lalu, cari solusinya. Jadi, apa saja tanda pernikahan toxic relationship. Serta, bagaimana cara mengatasinya? Anda bisa menyimak ulasan berikut ini. 

4 Tanda Toxic Relationship dalam Pernikahan

Sebenarnya, tidak ada pernikahan yang terbebas dari masalah. Karena setiap masalah dianggap wajar untuk meningkatkan perkembangan rumah tangga. Namun, masalah tidak lagi dianggap wajar apabila Anda mengalami beberapa hal berikut ini: 

  1. 1. Sering Bertengkar Hebat

Banyak yang menganggap bahwa pertengkaran adalah ‘bumbu’ cinta. Namun, pertengkaran yang diikuti dengan makian kasar, kekerasan fisik dan merasa paling benar adalah tidak wajar. Sebab, sudah tidak ada lagi lapang dada untuk melakukan negosiasi dengan pasangan.

  1. 2. Tidak Bebas Berekspresi

Ciri-ciri toxic relationship dalampernikahan adalah merasa tertekan. Atau tidak bebas untuk berekspresi. Jadi, lebih cenderung diam. Sehingga suasana rumah tangga menjadi sepi dan dingin. Sebab,saat ingin mengekspresikan sesuatu khawatir akan memicu pertengkaran. 

  1. 3. Tidak Saling Mendukung

Pernikahan yang mengandung toxic juga ditandai dengan hilangnya rasa saling mendukung. Jadi, Anda dan pasangan terkesan cuek, bersikap seenaknya, saling menjatuhkan, serta saling mencela. Dan parahnya, bisa saling menghina satu sama lain. 

solusi Toxic Relationship by Andrew Hidayat KPK
bahayaa toxic relationship
  1. 4. Merasa Semakin Jauh dari Impian

Pernikahan yang sehat seharusnya menjadi jalan untuk mencapai impian hidup. Bukan sebaliknya, membuat Anda tidak berkembang dan terpuruk. Bahkan, Anda juga takut melakukan hal-hal yang Anda sukai. Karena khawatir pasangan menilainya negatif. 

Jangan lupa baca juga :

Cara Mengatasi Toxic Relationship dalam Pernikahan

Nah, apa yang harus Anda lakukan agar ciri-ciri toxic relationshipdi atas tidak semakin berkembang. Serta, membuat hubungan pernikahan Anda terancam hancur?

Langkah pertama, jangan buru-buru bercerai. Karena bercerai merupakan momok paling menakutkan dalam kehidupan berumah tangga. Namun, banyak juga yang mengambil jalan ini sebagai solusi menghindari toxic relationship.

Padahal, keputusan ini salah, Karena biasanya orang yang pernah bercerai cenderung tidak bahagia. Serta, memiliki peluang besar untuk bercerai kembali di pernikahan keduanya. Jadi, langkah yang tepat adalah mengevaluasi pernikahan Anda saat ini.

Selanjutnya, mengubah diri Anda menjadi lebih baik. Disini, evaluasi diri juga perlu dilakukan. Barangkali sikap buruk Anda adalah pemicu pertengkaran Anda dengan pasangan. Jadi, jangan sungkan meminta masukan dari keluarga atau teman dekat mengenai sikap Anda selama ini.

Kemudian, mencoba saling terbuka satu sama lain. Anda bisa mengawalinya dengan kejujuran. Seperti mengutarakan dengan pasangan saat menyadari hubungan pernikahan sudah tidak sehat lagi. Lalu, mencari akar permasalahan bersama.

Terakhir, melakukan time out. Setelah berbagai upaya Anda coba, namun tidak membuahkan hasil. Sebaiknya time out bisa dijadikan pilihan. Yakni menjaga jarak  dengan pasangan dalam waktu tertentu. Untuk saling mengevaluasi diri.

Itulah ulasan tentang ciri-ciri toxic relationshipdalam pernikahan menurut Andrew Hidayat KPK. Jika Anda mengalaminya, maka jangan buru-buru memutuskan bercerai. Ikuti saja solusi di atas. Bila perlu, mintalah bantuan psikolog untuk membantu mengarahkan langkah Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *